Modern technology gives us many things.

Pejuang Covid 19 Gugur Kok Warga malah Tolak Jenazahnya di Ungaran

Perawat yang telah berjuang melawan Covid19 telah gugur di Semarang. Awalnya akan dikuburkan di TPU di dekat tempat tinggalnya. Tetapi keinginan keluarganya memakamkan di TPU di Siwarak yang berada di daerah Suwakul Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, menjelaskan.

Oleh pihak keluarga, jenazah diminta untuk dimakamkan di Suwakul dekat dengan makam bapaknya

Awalnya tidak ada masalah dari RT setempat untuk jenazah. Bahkan sudah digalikan kubur untuk jenazah. Namun entah dari mana tiba tiba sekelompok warga menolak kedatangan jenazah tersebut.

Sekarang orang yang paling getol menolak jenazah ini sedang dibully netizen terutama orang Ungaran karena tindakannya dianggap mencemarkan Ungaran. Inilah sosok RT yang menolak proses pemakaman jenazahnya. Padahal istrinya juga seorang perawat.

Akhirnya jenazah perawat itu dimakamkan di Berkota atau makam khusus untuk staf dan pekerja dr. Karyadi. Pukul 20.00 WIB. Padahal pemuliaan jenazah sudah melalui Prosedur standar kesehatan yang dibutuhkan.

Setelah melihat video tersebut apakah yang anda rasakan? Hal ini juga diterbitkan di instagram.

View this post on Instagram

SELAMAT JALAN . Innalillahi wa inna ilaihi raji’un Atas gugurnya Pahlawan Kemanusiaan dalam mengemban tugas sebagai perawat RSUP Dr. Kariadi. . Semoga almarhumah syahid dijalan Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kesabaran dan keikhlasan…Aamiin ——————————————- Satu pasien positif Corona Ungaran Timur, Kabupaten Semarang dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUP Kariadi, Kamis (9/4/2020). Jenazah dimakamkan di TPU Bergota Semarang . Keluarga juga sudah mengikhlaskan kepergian beliau dengan pengorbanannya selama merawat pasien-pasien. . Update : UNGARAN, suaramerdeka.com – Rencana pemakaman pasien positif Covid-19 warga Ungaran Timur yang sedianya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sewakul, Ungaran Barat, Kamis (9/4) petang, harus dialihkan karena ada penolakan dari sekelompok warga. Keterangan tersebut disampaikan Humas Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, Kamis (9/4) malam. Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelumnya pihak RT setempat sudah sepakat terkait rencana pemakaman di TPU Sewakul. Kemudian di TPU yang masuk wilayah RT 06 RW VIII Sewakul itu, pun sudah dilakukan penggalian makam. “Entah dari mana, tiba-tiba ada penolakan oleh sekelompok masyarakat. Padahal informasi awal dari RT setempat sudah tidak ada masalah,” kata Alex . #portalsemarang

A post shared by PORTAL SEMARANG (@portalsemarang) on

Penjelasan tentang penolakan Jenazah ini tidak dibenarkan? Bagaiman pendapat Gus Miftah tentang penolakan Jenazah. Simak di halaman Selanjutnya.

Comments are closed.