Modern technology gives us many things.

Doa Lailatul Qadr untuk Sendiri dan Berjamaah

Lailatul Qadr merupakan malam istimewa yang terjadi setahun sekali dan hanya di bulan Ramadhan. Sama seperti hari Arafah yang hanya datang setahun sekali. Keistimewaan Lailatul Qadr melebihi ibadah tanpa henti tiap detik selama seribu bulan. Sungguh anugrah yang sangat istimewa untuk nabi terkasih, Muhammad SAW.
Siapapun pasti berharap bisa mendapatkan lailatul Qadr. Berbagai cara dilakukan oleh umat Islam untuk mendapatkan berkah lailatul Qadr, diantaranya adalah i’tikaf, membaca Al Qur’an (Tadarrus) dan lain sebagainya. Tetapi tahukah kamu, ternyata amalan yang terbaik ketika malam lailatul Qadr menurut Rasulullah adalah membaca doa lailatul Qodr. Keterangan ini datang dari hadits yang diriwayatkan oleh sayyidah Aisyah RA.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ اَرَاَيْتَ اِنْ عَلِمْتُ اَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلًةَ الْقَدْرِ مَااَقُولُ فِيْهَا. قَالَ قُوْلِى اَللَّهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Doa Lailatul Qadr Untuk Sendiri

Diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah ia berkata: Saya bertanya, “Ya Rasulallah. Apakah pendapatmu jika aku menemukan lailatul Qadr apakah yang harus saya ucapkan (baca). Rasulullah menjawabnya ucapkanlah

اَللَّهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

“Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau Dzat Maha Pengampun, dan menyukai memberikan pengampunan (kepada hamban-Nya), maka ampunilah kesalahanku.” (H.R. Lima Imam hadits, kecuali imam Abu Daud).
Hadist ini diriwayatkan oleh lima imam Ahli hadits. Maka sudah pasti kesahihannya.
Tips dari Rasulallah yaitu ketika merasa malam itu merupakan malam lailatul Qadr maka yang sebaiknya dibaca yaitu Allhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

Bagaimana cara membaca doa ini jika bersama sama?

Bersama yang dimaksud bukan berarti harus berkumpul bersama banyak orang. Bersama itu misalnya suami ingin mendoakan istri dan anaknya maka dalam hati dia hendaknya membaca doanya seperti ini. Tetapi bisa juga berdoa bersama sama menggunakan lafad berikut ini.

اَللَّهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا

Berikut ini arti secara terinci

اَللَّهُمَّ = Ya Allah
اِنَّكَ = Sesungguhnya Engkau
عَفُوٌّ = Maha Pemberi Ampunan
تُحِبُّ = Engkau Suka
الْعَفْوَ = mengampuni (memberi ampunan)
فَاعْفُ = Ampunilah
عَنَّا = Aku dan (sebutkan dalam hati) / kami

Dalam kaidah bahasa Arab, untuk menunjukkan kata ganti untuk diri sendiri hanya berlaku 2 hal yaitu Aku dan Kami. Jika merujuk arti aku maka menggunakan “ya” sedangkan jika merujuk arti kami menggunakan “naa (nun dan alif panjang 2 ketukan / 1 mad)”.

Kapankah datangnya lailatul Qadr?

Lailatul Qadr pasti datang di bulan Ramadhan. Bisa saja di awal atau di tengah atau di akhir. Tidak ada yang tahu pasti tentang hal ini kecuali kekasih Allah. Sebagai manusia biasa yang awam kita hanya perlu mengikuti pendapat dari ulama yang berasal dari diskusi yang sudah selesai jawabannya. Kita tinggal mengikutinya saja. Karena bisa dijamin, ulama sekarang tidak lebih alim daripada ulama terdahulu.
Ulama telah menyimpulkan beberapa pendapat tentang turunnya lailatul Qadr. Diantaranya 3 pendapat yang paling masyhur / terkenal.

17 Ramadhan

Bertepatan dengan peristiwa Nuzulul Quran. Sebagian ulama berpendapat malam lailatul Qadr turun bersamaan dengan malam nuzulul Quran. Pendapat ini berdasarkan surat Al Anfal ayat 41 yang menyebutkan tentang yaumal furqan. Dimana waktu yaumal furqan ini terjadi pertemuan antara kaum muslimin dan kaum kafir di sumur badr. Peristiwa ini selanjutnya disebut perang badar. Perang yang terjadi pada bulan puasa ini ada sebagian ulama yang berpendapat pada malam itu turun lailatul qadr.

24 Ramadhan

Menurut imam Ahmad bin Hanbal, beliau adalah ahli hadits juga salah satu imam madzhab al arba’ah berpendapat malam lailatul qadr turun pada hari ke 24 bulan Ramadhan. Pendapat ini dianggap lebih nyambung karena berdasarkan surat Al Qadr.
Berikut ini adalah keterangan hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal.

“Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Said Maula (mantan budak) Bani Hasyim, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Imran Abu al-Awam, dari Qatadah, dari Abu Malih, dari Wasilah, yaitu Ibn al-Asqaʽ sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda: Suhuf Ibrahim diturunkan pada awal malam bulan Ramadhan, Taurat diturunkan pada tanggal enam Ramadhan, Injil diturunkan pada tanggal 23 Ramadhan, dan Al-Quran diturunkan pada tanggal 24 Ramadhan,” (Lihat Ibnu Katsir, Tafsīrul Quranil Adhim, [Beirut, Darul Fikr: 1994 M], juz I, halaman 268).

Pendapat ini juga tidak bertentangan dengan hadist Nabi yang memberi kisi kisi bahwa malam lailatul qadr datang pada 10 akhir bulan Ramadhan. Namun alangkah baiknya jika kita selalu semangat untuk berbuat baik selama bulan Ramadhan. Bulan istimewa yang hanya datang 1 kali dalam 1 tahun. Hindari perdebatan tentang malam lailatul Qadr. Karena bisa dipastikan yang berdebat juga tidak tahu secara pasti malam lailatul Qadr. Mari kita isi dengan hal yang lebih positif dari pada berdebat.

Sepuluh Akhir Bulan Ramadhan

Hal ini tersirat dengan jelas oleh Rasulullah melalui hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari berikut ini.

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِفِي الْوِتْرِمِنَ الْعَشْرِالْأَوَاخِرِمِنْ رَمَضَانَ

Artinya, “Carilah lailatul qadar pada malam ganjil sepuluh terakhir Ramadhan,” (HR Al-Bukhari).

Semoga kita mendapatkan lailatul Qadr. Silahkan bagikan artikel ini agar lebih bermanfaat untuk orang banyak

Comments are closed.