Ketahui Ciri-Ciri Stroke pada Usia Muda Berikut Ini

Ketahui Ciri-Ciri Stroke pada Usia Muda Berikut Ini

Posted on

Tahukah Anda bahwa stroke bisa terjadi saat Anda muda? Lantas apa saja ciri-ciri stroke pada usia muda tersebut? 

Stroke merupakan penyakit yang saat ini banyak menimpa masyarakat Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, pada 2019 stroke merupakan penyakit penyebab kematian tertinggi atau nomor satu di Indonesia. Padahal pada tahun 90-an, stroke merupakan penyebab kematian kelima di Indonesia. 

Terlihat bukan bahwa peningkatan pasien stroke secara signifikan dalam beberapa tahun belakangan? Tidak hanya terjadi di Indonesia, hal ini juga terjadi di Amerika Serikat. 

Di Amerika Serikat, kira-kira setiap 40 detik terdapat satu orang yang terserang stroke menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat. Lebih lanjut, setiap tahunnya terdapat penambahan sekitar 70.000 pasien stroke dan usianya di bawah 45 tahun. 

Sebenarnya, apa stroke itu? 

Apa itu Stroke? 

Ketahui Ciri-Ciri Stroke pada Usia Muda Berikut Ini
Gambar oleh Leroy Skalstad dari Pixabay

Stroke merupakan suatu kondisi tubuh dimana terdapat gangguan suplai darah ke otak. Hal ini bisa saja terjadi karena arteri yang tersumbat maupun pembuluh darah dalam otak pecah. 

Jika hal ini terjadi, maka otak akan kekurangan suplai oksigen dan nutrisi sehingga otak menjadi mati dan menimbulkan kerusakan yang permanen. Maka dari itu diperlukan penanganan secara medis sehingga tidak menimbulkan hal yang parah dan fatal. 

Lalu, apa saja penyebab dari stroke pada usia muda?  

Jenis-Jenis Stroke

  • Stroke Hemoragik, merupakan stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah dan menyebabkan pendarahan ke jaringan otak. 
  • Stroke Iskemik, merupakan stroke yang paling umum dan disebabkan karena penyumbatan arteri. 
  • Serangan Iskemik Transien, merupakan stroke yang berlangsung singkat dan mirip dengan stroke iskemik. 

Baca juga: Cara Menormalkan Tekanan Darah Dengan Antapro Bharata


Penyebab Stroke pada Usia Muda

Ciri-Ciri Stroke pada Usia Muda
Unsplash.com

1. Gangguan pada Darah

Penyebab pertama yaitu gangguan pada darah. Hal ini bisa terjadi pada beberapa orang karena mereka memiliki kondisi darah yang mudah menggumpal. 

2. Kondisi Jantung 

Beberapa orang juga dilahirkan dengan kondisi jantung yang berbeda yaitu jantung yang dapat menyebabkan pembekuan darah di jantung. Pembekuan darah ini biasanya terjadi ketika saat darah menuju otak. 

3. Aneurisma

Aneurisma merupakan kondisi fisik yang ditandai dengan lemahnya dinding pembuluh darah sehingga menimbulkan gelembung dapat sewaktu-waktu dapat pecah. Aneurisma yang pecah biasanya terjadi pada orang dengan usia antara 30 dan 60 tahun, sehingga inilah yang menyebabkan orang tersebut menderita stroke. 

4. Gangguan Ginjal

Biasanya gangguan ginjal dalam hal ini disebabkan karena turunan dari keluarga. Gangguan ginjal yang dialami adalah munculnya kista dan akan mengganggu kerja ginjal saat menyaring darah.

Kista tersebut akan mengganggu proses tersebut dan akhirnya memunculkan masalah medis baru yaitu aneurisma dan tekanan darah tinggi. Karena gangguan ini bersifat turunan, maka dokter akan menyarankan untuk cek kesehatan rutin jika terdapat salah satu anggota keluarga yang terkena. 

5. Migrain

Migrain identik dengan sakit kepala dan hal ini juga sering terjadi. Sakit kepala ini dianggap sebagai sakit turunan dan juga dapat menyebabkan seseorang mengalami stroke.
Walaupun jarang terjadi, banyak ahli yang mempercayai bahwa risiko seseorang terkena stroke akan meningkat jika dirinya memiliki migrain seiring bertambah usia. 

6. Narkoba

Sudah bukan rahasia lagi bahwa zat aditif dapat menimbulkan dan memperburuk kondisi tubuh seseorang. Termasuk juga stroke yang bisa datang kapan saja pada usia muda. 

7. Pil KB

Jika Anda seorang wanita yang terbiasa menggunakan pil KB, maka Anda perlu benar-benar berkonsultasi dengan dokter. Hal ini karena pil KB dapat meningkatkan risiko stroke pada wanita. Terlebih jika wanita tersebut merokok, maka risiko yang dapat terjadi akan lebih tinggi lagi. 

8. Pola Hidup yang Berantakan

Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata stroke pada usia muda juga dapat disebabkan oleh pola hidup yang berantakan atau buruk. Pola hidup ini seperti merokok dan mengonsumsi makanan yang tidak sehat. 


Ciri-Ciri Stroke di Usia Muda

Ciri-ciri stroke ringan pada usia muda yang umum adalah: 

  • Terdapat bagian wajah yang menurun
  • Emosi yang cepat berubah
  • Sulit untuk memahami pembicaraan dengan lawan bicara
  • Sering merasakan pusing secara mendadak dan tidak jarang disertai muntah
  • Kebingungan
  • Kaki yang semakin lemah
  • Berkurang bahkan hilang kemampuan untuk komunikasi
  • Gangguan pada penglihatan
  • Nyeri di leher
  • Terdapat bercak darah di mata
  • Nyeri pada dada bagian diri maupun kanan
  • Jantung yang berdebar-debar dengan cepat
  • Kesulitan menelan 
  • Hilang ingatan

Jika Anda memiliki beberapa kondisi dari ciri-ciri di atas, maka segeralah untuk berkonsultasi ke dokter. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan pengobatan yang tepat sehingga tidak semakin parah. 

Ciri-Ciri Stroke dan Gejala Stroke pada Wanita

Walaupun sama-sama stroke, wanita memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalaminya dibandingkan pria. Bahkan risiko tersebut bisa mencapai seumur hidupnya. Beberapa gejala yang umum terjadi pada wanita adalah: 

  • Mual atau muntah
  • Halusinasi
  • Tubuh yang lemah
  • Kesulitan bernapas atau sesak napas
  • Kehilangan kesadaran atau pingsan
  • Kejang
  • Kebingungan, disorientasi, atau kurang responsif
  • Perubahan perilaku secara mendadak

Wanita memiliki risiko meninggal karena stroke lebih tinggi daripada pria. Maka dari itu, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter jika beberapa gejala di atas terjadi. 

Ciri-Ciri Stroke dan Gejala Stroke pada Pria

Gejala stroke pada pria hampir sama dengan gejala yang dialami pada wanita. Namun beberapa gejala lain yang juga sering terjadi adalah: 

  • Salah satu sisi wajah terkulai atau turun dan mengakibatkan senyum yang tidak rata
  • Bicara cadel, kesulitan berbicara, maupun kesulitan memahami perkataan orang lain
  • Mengalami kelemahan pada lengan atau otot di salah satu sisi tubuh

Baca juga: cara menormalkan tekanan darah

Bagaimana Stroke Didiagnosis? 

Ketahui Ciri-Ciri Stroke pada Usia Muda Berikut Ini

Stroke bukanlah kondisi yang mudah diketahui. Mungkin jika sudah memengaruhi kondisi tubuh seperti kesulitan berbicara atau berjalan, Anda bisa dengan mudah mendiagnosisnya. 

Namun dokter tidak akan seperti itu. Dokter akan memeriksa melalui berbagai macam tes, seperti: 

  • Tes Darah

Seperti yang Anda ketahui, tes darah merupakan tes yang dilakukan dengan sampel darah seseorang. Tes ini ditujukan untuk melihat kadar gula darah, tingkat trombosit, serta seberapa cepat pembekuan darah Anda. Selain itu, tes darah juga dapat mengetahui apakah Anda mengalami infeksi atau tidak. 

  • MRI dan CT Scan

Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Computed Tomography Scan (CT scan) merupakan teknik yang sering dilakukan untuk mendiagnosis stroke. MRI dilakukan untuk melihat apakah ada jaringan otak maupun sel otak yang rusak. 

Sedangkan CT scan dilakukan untuk mendapatkan gambaran secara rinci dan jelas tentang otak Anda. Anda dapat melihat apakah ada pendarahan atau kerusakan di otak maupun kondisi lainnya yang menyebabkan Anda mengalami gejala tersebut. 

  • EKG

EKG merupakan tes sederhana untuk mendapatkan catatan dari aktivitas listrik di jantung, mengukur ritme, serta mencatat seberapa cepat jantung berdetak. Hasilnya adalah Anda akan mengetahui apakah kondisi jantung tersebut yang menyebabkan stroke atau tidak. 

  • Angiogram Serebral

Angiogram serebral merupakan tes yang dilakukan untuk melihat secara rinci mengenai kondisi arteri yang ada di leher serta otak Anda. Tes ini akan menunjukkan apakah terdapat penyumbatan maupun gumpalan yang mungkin saja penyebab dari gejala yang dirasakan. 

  • USG Karotis

USG karotis merupakan teknik yang digunakan untuk melihat adanya lemak pada arteri karotis. Arteri karotis merupakan arteri yang berguna untuk memasok darah ke wajah, leher, dan juga otak. 

  • Ekokardiogram

Teknik diagnosis ekokardiogram merupakan teknik yang digunakan untuk mendapatkan sumber dari pembekuan yang ada di hati. Gumpalan atau pembekuan tersebut mungkin saja menyebar ke otak dan menyebabkan stroke. 


Cara Mengobati Stroke

Mengutip dari Kids Health, pengobatan stroke yang tepat sebenarnya ditentukan dari ciri-ciri stroke pada usia muda yang muncul. Tidak hanya itu saja, pengobatan juga ditentukan dari bagian otak yang terpengaruh serta berapa banyak jaringan di otak yang kena atau rusak. 

Beberapa perawatan yang bisa dilakukan adalah: 

  • Obat anti kejang untuk pasien yang mengalami kejang
  • Obat pengencer darah untuk orang yang mengalami kelainan jantung
  • Pengobatan fisik dan rehabilitasi untuk memulihkan seseorang dari stroke. Pengobatan ini bekerja untuk membantu meningkatkan kemampuan fungsional yang berpengaruh pada otak, sumsum tulang belakang, saraf, tulang, sendi, ligamen, otot, dan juga tendon. 

Obat Stroke

Obat stroke diberikan dokter sesuai dengan jenis stroke yang Anda alami. Tujuan dari obat ini adalah untuk mencegah terjadinya stroke. Beberapa obat yang umum diberikan adalah: 

  • Aktivator Plasminogen Jaringan

Obat ini merupakan obat darurat yang digunakan untuk memecahkan gumpalan darah. Obat tersebut akan disuntikkan ke pembuluh darah sehingga dapat bekerja dengan cepat untuk mengurangi risiko komplikasi. Namun, obat ini harus diberikan selama 3 hingga 4,5 jam setelah gejala stroke muncul. 

  • Antikoagulan

Antikoagulan merupakan obat stroke yang digunakan untuk mengurangi darah menggumpal. Selain mengurangi darah menggumpal, obat ini juga dapat mencegah pembekuan darah yang lebih besar. Maka dari itu, sangat cocok diberikan untuk mencegah stroke atau setelah stroke iskemik. 

  • Obat Antiplatelet

Merupakan obat yang bertugas untuk mencegah darah menggumpal dengan mempersulit trombosit darah untuk saling menempel. 

  • Statin

Statin merupakan obat stroke yang membantu untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Obat satu ini mampu untuk mencegah produksi enzim yang mengakibatkan kolesterol menjadi plak. 

  • Obat Tekanan Darah

Tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan adanya plak di arteri. Maka dari itu, obat tekanan ini ditujukan untuk mengontrol tekanan darah sehingga tidak terjadi penumpukan plak. 


Cara Mencegah Stroke

Dilihat dari penjelasan di atas, maka stroke dapat menyerang siapa saja dan pada usia berapapun. Perlu adanya tindakan pencegahan untuk mengurangi kemungkinan risiko stroke tersebut. 

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memperbaiki pola hidup menjadi pola hidup yang sehat. Pola hidup yang disarankan adalah: 

  • Olahraga minimal tiga kali sehari dengan durasi 30 menit
  • Kurangi dan hilangkan kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok dan konsumsi alkohol
  • Jaga pola makan
  • Menurunkan berat badan untuk mengontrol tekanan darah
  • Pantau kondisi jantung secara rutin dengan dokter
  • Makan ikan dua hingga tiga kali dalam seminggu

Beberapa cara di atas tidak hanya mampu mencegah Anda terkena stroke, namun juga dapat membantu untuk menurunkan risiko beberapa penyakit berbahaya. Penyakit tersebut seperti diabetes tipe 2, kolesterol, serta tekanan darah tinggi. 

Nah, itulah dia penyebab, ciri-ciri, hingga cara mencegah stroke pada usia muda. Tentunya tidak ada yang ingin mengalami stroke. Maka dari itu, sangat penting menjaga kesehatan dan hidup lebih sehat mulai sekarang. 

Gravatar Image
Saya merupakan penulis yang berorientasi membahas tentang upaya meningkatkan kualitas hidup. Pembahasan seperti makanan yang bergizi, keamanan emosional, kehidupan keluarga, bahkan kebebasan untuk mempraktikan spiritual seseorang.