Modern technology gives us many things.

Benarkah Nisan Salib di Kota Gede Dipotong menjadi Huruf T?

Berawal dari postingan Iwan Kamah yang kini telah dibagikan lebih dari lima ribu kali. Postingan ini menjadi ramai dibincangkan. Sebuah Nisan dengan Albertus Slamet Sugihardi yang tertulis di nisan salib tersebut menjadi topik bahasan.

Baru baru ini dunia maya kembali heboh, mendekati tahun politik memang semua menjadi heboh, semua isu bisa saja menjadi sebuah keterkaitan yang meresahkan. Begitu juga sebuah Nisan yang ditemukan berubah menjadi huruf T di Purbayan, Kota Gede, Yogyakarta.

Berawal dari postingan Iwan Kamah yang kini telah dibagikan lebih dari lima ribu kali. Postingan ini menjadi ramai dibincangkan. Sebuah Nisan dengan Albertus Slamet Sugihardi yang tertulis di nisan salib tersebut menjadi topik bahasan.

Nah berikut ini adalah postingan iwan Kamah yang menjadi Viral di Media Sosial.

AGAMA MEMBUNUH KEMANUSIAAN
HARI Senin 17 Desember 2018 di Purbayan KG VI No. 1164, RT 53 RW 13 Kotagede , ada seorang warga non muslim meninggal. Setelah sampai pemakaman beberapa oknum minta dengan paksa supaya salibnya dipotong. Dituruti (foto).
Teror inni berlanjut di malam harinya ketika keluarga hendak mengadakan doa arwah hari pertama yang dibubarkan dengan paksa oleh beberapa oknum tersebut. Selanjutnya doa diselenggarakan di Gereja Pringgolayan Yogya.
Mohon doanya pejabat pemerintah dan warga non muslim yang saya kasihi.
“Hi, Jogja, how are You?”
PS: Minggu 16 Des 2018, saya dan istri menumpang Transjakarta dari Kota ke Blok M. Sampai di Sawah Besar, ada seorang separuh baya berpakaian keagamaan mirip tengku naik bus yang kami tumpangi. Dia berdiri di depan saya duduk bersebelahan dengan istri.
Lalu saya beri duduk karena kasihan. Dia sedikit menolak sambil setengah berteriak, “astaghfirullah deket cewek”. Maksudnya dekat bersebelahan dengan istri saya bagai malapetaka. Dia duduk dengan hanya seperempat pantatnya yg duduk. Menjauhi istri saya sebisa mungkin.
Saya mau tendang muka si “tengku” dalam hati. Sudah diberi duduk malah “menghina” istri saya. Cowok2 lain gak yg duduk dekat saya, tak peduli sama si tengku. Asik dengan dawai dan molor. Kok beragama makin kayak gini…ya…
Ketuhanan melulu diurus, kemanusiaan dibuang. Padahal agama bukan untuk tuhan.
Agama sudah merenggut kemanusiaan.

Facebook @iwansatyanegara.kamah

Dalam postingan tersebut Iwan menjelaskan adanya sosok yang meneror mereka ketika melakukan doa arwah pada malam harinya. Selanjutnya doa diselenggarakan di Gereja Pringgolayan Yogya.

Kemudian lain kejadian yang terjadi merupakan pengalaman dari Iwan Kamah ini bercerita pada suatu hari dia naik transjakarta dan kemudian dia melihat sesosok orang yang telah tua dan memakai baju keagamaan kemudian Iwan Kamah berdiri dan menawarkan tempat duduknya. Tetapi tanggapan yang diberikan oleh pria itu malah melukai hati Iwan Kamah karena ucapannya dinilai hal yang tidak baik.

Baca : Pria Muntilan yang Sukses Menaklukkan hati Polly

Bahkan terkesan yang diterima oleh Iwan Kamah pria tersebut jijik bersebelahan dengan Istrinya.

Hal itu tentu tidaklah benar. Dalam hal ini mungkin pria ini tidak tahu kalau Iwan Kamah adalah suami dari wanita yang duduk bersebelahan dengan dirinya dan dia menjaga agar tidak terjadi fitnah. Yah apapun itu ternyata itu melukai hati Iwan yang melihatnya.

Cek Fakta di halaman selanjutnya

Comments are closed.